Advertise Here

Kamis, Februari 19, 2026

Puskesmas 24 Jam di Bandung Permudah Akses Berobat, 1.674 Kunjungan dalam 20 Hari




BANDUNG
- Pemerintah Kota Bandung menghadirkan layanan Puskesmas 24 Jam sebagai bagian dari program Bandung Utama untuk memperluas akses layanan kesehatan primer bagi masyarakat. Program ini memungkinkan warga berobat tanpa harus terpaku pada jam operasional pagi hari.

Di Puskesmas Garuda, sejumlah pasien mengaku terbantu dengan fleksibilitas waktu layanan. Ana, salah satu pasien, menilai layanan ini memudahkan masyarakat yang bekerja atau bersekolah pada pagi hari. Hal serupa disampaikan Warsini yang merasa lebih mudah mendapatkan pelayanan saat keluhan kesehatan muncul di luar jam kerja.

Pengalaman positif juga dirasakan pasien di Puskesmas Ibrahim Adjie. Vina dan Lusman menyebut layanan 24 jam membantu mereka mengakses penanganan medis tanpa harus menunggu keesokan harinya.

Tak hanya memperpanjang jam operasional, layanan ini juga terintegrasi dengan administrasi kependudukan. Warga yang melahirkan di puskesmas langsung mendapatkan dokumen seperti akta kelahiran, KIA, dan pembaruan Kartu Keluarga secara otomatis.

Data Humas Kota Bandung mencatat, pada periode 12–31 Januari 2026 terdapat 1.674 kunjungan ke layanan Puskesmas 24 Jam. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan warga terhadap akses kesehatan yang fleksibel dan responsif.

Bantuan Pendidikan RMP Kota Bandung Capai Rp38 Miliar, Ribuan Siswa Terbantu




BANDUNG
- Program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Bandung dalam menjaga keberlanjutan pendidikan anak dari keluarga rentan. Sepanjang 2025, program ini menjangkau 22.924 siswa jenjang SD dan SMP dengan total anggaran lebih dari Rp38 miliar, memastikan mereka tetap bisa bersekolah tanpa terhambat biaya dasar pendidikan.

Di tingkat SD, sebanyak 8.379 siswa menerima bantuan dengan total anggaran lebih dari Rp12 miliar. Sementara pada jenjang SMP, 14.545 siswa memperoleh manfaat dengan total anggaran lebih dari Rp26 miliar. Bantuan yang diberikan meliputi biaya personal dan perlengkapan sekolah seperti seragam, sepatu, tas, hingga alat tulis.

Bagi para siswa, bantuan tersebut bukan sekadar angka dalam laporan anggaran. Nataly El Marco, siswa kelas 6 SD Kemala Bhayangkara, mengaku bantuan RMP membantunya membeli sepatu dan seragam baru sehingga semakin semangat berangkat ke sekolah. Hal serupa dirasakan Krisna Ananda Putra, yang menggunakan bantuan untuk membeli perlengkapan sekolah dan mendukung aktivitas belajarnya.

Program RMP menjadi jaring pengaman sosial di sektor pendidikan. Di tengah tekanan ekonomi keluarga, bantuan ini kerap menjadi penentu apakah seorang anak dapat melanjutkan sekolah atau harus berhenti di tengah jalan. Kehadiran program ini mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam mencegah angka putus sekolah di Kota Bandung.

Tak hanya fokus pada bantuan biaya pendidikan, Pemkot Bandung juga melakukan pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana sekolah sepanjang 2025. Pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi ruang belajar, serta perbaikan toilet dilakukan di sejumlah SD dan SMP negeri untuk meningkatkan kenyamanan dan standar kesehatan lingkungan sekolah.

Langkah terpadu antara bantuan biaya melalui RMP dan perbaikan infrastruktur pendidikan menunjukkan bahwa keberpihakan pada pendidikan tidak setengah hati. Dengan dukungan anggaran dan pembenahan fasilitas, ribuan siswa di Kota Bandung kini memiliki kesempatan lebih besar untuk terus belajar, meraih cita-cita, dan menjaga asa masa depan mereka.

Rabu, Februari 18, 2026

Ibunda Muhammad Farhan Wafat, Sejumlah Pejabat Melayat ke Rumah Duka di Bogor

BOGOR - Sejumlah pejabat pemerintahan melayat ke kediaman Nani Rubiyani, ibunda Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang wafat pada Selasa (17/2/2026) pukul 22.58 WIB.

Rumah duka di Jalan Penggalang, Kompleks Pertanian Loji, Kota Bogor, dipenuhi para pelayat dari berbagai kalangan pemerintahan dan masyarakat. Karangan bunga ucapan duka cita tampak memenuhi area kompleks tersebut.

Tampak hadir Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya, jajaran Pemerintah Kota Bandung, serta perwakilan Pemerintah Kota Bogor. Hadir pula Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dan Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, untuk menyampaikan langsung belasungkawa kepada keluarga.

Prosesi pemberangkatan jenazah dilakukan dari rumah duka menuju tempat peristirahatan terakhir di TPU Kompleks Pertanian Loji yang masih berada dalam satu kawasan. Jenazah diberangkatkan menggunakan ambulans layanan Pemkot Bandung melalui aplikasi Simpelman (Sistem Informasi Pelayanan Pemakaman).

Sebelum dimakamkan, keluarga dan para pelayat melaksanakan salat jenazah di kediaman almarhumah. Ucapan belasungkawa juga datang dari berbagai pihak, mulai dari budayawan Budi Dalton, Pewarta Balai Kota Bandung, hingga sejumlah tokoh dan instansi lainnya.

Dalam suasana haru, Muhammad Farhan menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian sang ibunda. Ia mengatakan seluruh keluarga besar mengantarkan almarhumah ke tempat peristirahatan terakhir sebagai bentuk penghormatan dan bakti terakhir.

"Kami, anak, cucu hingga cicit, mengantarkan ibunda, eyang dan uyut kami ke pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir. Beliau yang telah melahirkan kami secara fisik, tentu memiliki jasa yang tidak akan pernah bisa kami balas," ujar Farhan.

Ia menambahkan, kepergian sang ibunda menjadi pengingat bagi keluarga untuk terus melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah diajarkan semasa hidup.

"Ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus melanjutkan kebaikan yang sudah beliau bangun, serta memberikan manfaat bagi sesama, baik melalui ilmu maupun amal jariyah. Doa kami tidak akan pernah putus untuk almarhumah," katanya.

Farhan juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Wiraatmaja atas dukungan moral dan doa yang diberikan. Ia turut mengapresiasi kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza UI Haq, serta para sahabat dan rekan kerja yang telah menunjukkan dukungan dalam prosesi penghormatan terakhir tersebut.

"Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatian yang diberikan. Jika semasa hidup almarhumah masih ada janji atau kewajiban yang belum terpenuhi, kami mohon untuk disampaikan kepada kami agar bisa kami selesaikan," tutupnya.

Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, termasuk Wali Kota Bandung beserta jajaran Pemerintah Kota Bandung. Pemerintah dan masyarakat turut mendoakan agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.