Advertise Here

Kamis, Oktober 08, 2026

Tak Lagi Cemas, 57 Eks Pegawai Kebun Binatang Bandung Siap Kembali Bekerja


BANDUNG
, Kilas Media– Kekhawatiran mengenai masa depan pekerjaan perlahan terjawab bagi 57 eks pegawai Kebun Binatang Bandung. Mereka kini mendapat rencana penempatan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.

Pembahasan penempatan dilakukan dalam rapat di Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung, Kamis (8/10/2026).

Perwakilan eks pegawai, Yanti Sunarti, mengatakan para pekerja menyambut positif langkah tersebut. Menurutnya, kepastian pekerjaan sangat penting karena banyak eks pegawai merupakan tulang punggung keluarga.

“Kami siap bekerja. Harapan kami ke depan tentu bisa kembali bekerja, sehingga kami punya kepastian untuk melanjutkan kehidupan bersama keluarga,” ujarnya.

Yanti juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Bandung dan Wali Kota Muhammad Farhan yang telah mengupayakan agar para pekerja terdampak tetap memiliki kesempatan bekerja.

Eks pegawai lainnya, Rizky Nugraha, juga mengaku lebih tenang setelah mengetahui rencana pekerjaan mereka.

“Alhamdulillah menjadi lebih jelas ke depannya dan insyaallah siap bekerja secepatnya,” katanya.

Saat ini para eks pegawai telah didistribusikan ke sejumlah OPD dan wilayah, seperti DSDABM, DPKP, DLH, DKPP, Disnaker, Kecamatan Lengkong, dan Kecamatan Bandung Wetan.

Kepala Disnaker Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana mengatakan Pemkot Bandung berupaya memastikan seluruh 57 eks pegawai memperoleh kesempatan bekerja kembali.

Penempatan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan tenaga kerja di masing-masing OPD serta pengalaman dan keterampilan para eks pegawai.

Kamis, Oktober 01, 2026

Erwin Dorong Mahasiswa Bandung Bangun Gerakan Pendampingan Sebaya untuk Cegah HIV


BANDUNG, Kilas Media —
Wakil Wali Kota Bandung Erwin mendorong mahasiswa membangun gerakan pendampingan sebaya sebagai bagian dari upaya meningkatkan edukasi mengenai HIV dan pencegahan perilaku pergaulan berisiko di kalangan generasi muda.

Menurut Erwin, mahasiswa memiliki kedekatan dengan kelompok usia muda sehingga dapat menjadi penggerak edukasi di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Hal itu disampaikan Erwin saat menjadi keynote speaker dalam Talk Show Edukasi Pencegahan Pergaulan Bebas dan Bahaya HIV di Aula Fakultas Ushuluddin, Kampus 2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jalan Cimincrang.

Erwin mengatakan, kegiatan edukasi perlu dilanjutkan dengan langkah konkret agar pesan mengenai pencegahan HIV tidak berhenti di ruang diskusi.

"Alhamdulillah, saya berharap dari sini lahir langkah-langkah konkret buat wadah diskusi dan pendampingan sebaya. Pemerintah Kota Bandung siap mendukung," ujar Erwin.

Ia menilai pendampingan sebaya dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk saling mengingatkan mengenai kesehatan, pergaulan, serta berbagai perilaku yang berisiko.

Menurut Erwin, mahasiswa juga dapat memperluas gerakan tersebut ke masyarakat melalui kolaborasi dengan kelurahan, kecamatan, puskesmas, dan tenaga kesehatan.

"Saya berharap ilmu-ilmu kalian ini dikeluarkan. Kalian turun ke masyarakat, berkolaborasi dengan kelurahan dan kecamatan, bagaimana kalian mengedukasi hal ini," katanya.

Erwin mengapresiasi Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang mengangkat isu HIV dan pergaulan berisiko melalui forum akademik.

Ia mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial mahasiswa.

Selain mendorong pencegahan, Erwin mengingatkan mahasiswa agar edukasi HIV dilakukan tanpa memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV.

Ia berharap mahasiswa dapat membantu meluruskan informasi keliru yang berkembang di masyarakat.

"Jangan biarkan informasi sesat mengenai HIV beredar begitu saja," ujarnya.

Erwin juga menilai nilai-nilai keagamaan dapat menjadi salah satu landasan bagi mahasiswa dalam menjaga diri sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Bagaimana menjaga jiwa, bagaimana menjaga akal, bagaimana menjaga keturunan. Ini perlu kita jaga," ucapnya.

Ia pun mengajak mahasiswa memulai upaya pencegahan dari lingkungan terdekat dengan saling menjaga dan mengingatkan.

"Jaga diri kalian, jaga teman kalian. Mari kita wujudkan generasi muda yang jauh dari pergaulan bebas," pungkas Erwin.

Rabu, September 30, 2026

57 Eks Karyawan Kebun Binatang Bandung Disiapkan Masuk Dunia Kerja, Pemkot Petakan Kompetensi


BANDUNG, Kilas Media –
Sebanyak 57 eks karyawan Kebun Binatang Bandung yang terdampak perubahan pengelolaan disiapkan untuk mendapatkan kesempatan kerja baru. Pemerintah Kota Bandung melakukan pemetaan kompetensi dan pengalaman kerja sebagai dasar menentukan peluang penempatan.

Dari total 121 eks karyawan Kebun Binatang Bandung, sebanyak 57 orang tercatat sebagai pekerja terdampak. Mereka telah mengikuti asesmen yang dilakukan Faunaland untuk mengetahui kompetensi dan pengalaman kerja masing-masing.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan hasil asesmen menjadi dasar dalam mencocokkan kompetensi para eks karyawan dengan kebutuhan tenaga kerja di lingkungan perangkat daerah.

“ Hasil asesmen tersebut menjadi salah satu dasar bagi kami untuk melihat peluang penempatan kerja yang sesuai dengan kompetensi masing-masing serta kebutuhan tenaga kerja yang tersedia,” ujar Yayan.

Kompetensi para eks karyawan cukup beragam, mulai dari perawatan satwa, operasional, sarana dan prasarana, pertamanan, nutrisi satwa, pelayanan tiket hingga administrasi.

Pemkot Bandung selanjutnya melakukan koordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi para pekerja terdampak. Penempatan direncanakan menggunakan pola outsourcing maupun kontrak perorangan sesuai kebutuhan dan mekanisme yang berlaku.

Yayan mengatakan pihaknya terus berkoordinasi agar proses penempatan dapat berjalan terarah dan memberikan kejelasan bagi para pekerja terdampak.

“Prinsipnya, kami ingin memastikan bahwa para pekerja terdampak mendapatkan kejelasan mengenai peluang keberlanjutan kesempatan kerja. Hasil asesmen ini menjadi dasar untuk proses tindak lanjut,” katanya.