Advertise Here

Senin, April 06, 2026

Disdukcapil Bandung Pastikan Data Bocor di Medsos Bukan dari Sistem Resmi


Uploaded Image

BANDUNG
— Pemerintah Kota Bandung memastikan isu dugaan kebocoran data kependudukan yang beredar di media sosial tidak berasal dari server Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung.

Isu tersebut mencuat setelah sebuah akun keamanan siber mengunggah klaim pada 29 Maret 2026 terkait dugaan peredaran data kependudukan dalam jumlah besar, yang kemudian memicu spekulasi di ruang publik.

Menindaklanjuti hal itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung bersama perangkat daerah terkait langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem dan database, serta berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Berdasarkan hasil telaah teknis dan merujuk pada surat BSSN kepada Computer Security Incident Response Team (CSIRT) Kota Bandung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, ditemukan sejumlah ketidaksesuaian mendasar pada data yang diklaim beredar.

Pertama, data tersebut tidak hanya memuat warga Kota Bandung, melainkan juga mencakup alamat dari wilayah Kabupaten Bandung. Hal ini menunjukkan data tersebut bukan berasal dari satu sumber administrasi kependudukan Kota Bandung.

Kedua, struktur serta penamaan elemen data tidak sesuai dengan standar Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang digunakan secara resmi.

Ketiga, terdapat perbedaan format penulisan tanggal. Dalam sistem SIAK, bulan ditulis dalam format dua digit, sementara pada data yang beredar ditemukan format berbeda.

Selain itu, sejak 2021 pemerintah telah menerapkan SIAK terpusat di Kementerian Dalam Negeri. Dengan sistem ini, seluruh database kependudukan disimpan di pusat, sehingga pemerintah daerah, termasuk Disdukcapil Kota Bandung, tidak lagi menyimpan data secara lokal.

Dengan mekanisme tersebut, potensi kebocoran data dari server Disdukcapil Kota Bandung dinilai sangat kecil, karena akses penyimpanan tidak berada di lingkungan server pemerintah daerah.

Hingga kini, asal-usul data yang beredar masih dalam penelusuran lebih lanjut. Hal ini mengingat data kependudukan, khususnya Nomor Induk Kependudukan (NIK), digunakan secara luas di berbagai layanan publik seperti kesehatan, perbankan, bantuan sosial, hingga administrasi lainnya.

Pemkot Bandung bersama instansi terkait akan terus melakukan koordinasi dan pendalaman guna memastikan keamanan sistem serta menjaga kepercayaan publik.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta lebih berhati-hati dalam membagikan data pribadi di platform digital.

Pemkot Bandung memastikan pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan normal dan aman, serta akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan lembaga terkait guna menjaga keamanan data masyarakat.

Kemnaker Siapkan Reward bagi Perusahaan yang Fasilitasi Peserta MagangHub Kantongi Sertifikasi Kompetensi


Uploaded Image

JAKARTA
— Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan reward dan prioritas program bagi perusahaan yang memfasilitasi sertifikasi kompetensi peserta Magang Nasional (MagangHub). Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan program pemagangan tidak berhenti sebagai pengalaman kerja semata, tetapi benar-benar menjadi jalan bagi peserta untuk memperoleh pengakuan kompetensi yang dibutuhkan saat masuk ke dunia kerja.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan, penguatan pemagangan yang terintegrasi dengan sertifikasi kompetensi merupakan strategi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, peserta magang perlu dibekali pengalaman kerja sekaligus bukti kompetensi yang terstandar agar lebih siap bersaing dan lebih mudah dikenali kebutuhannya oleh dunia industri.

“Kami ingin memastikan program pemagangan tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan memiliki pengakuan resmi melalui sertifikasi kompetensi yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” ujar Yassierli dalam siaran pers Biro Humas Kemnaker, Senin (06/04/2026).

Ia menilai dunia usaha memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja siap pakai. Karena itu, keterlibatan aktif perusahaan dalam memfasilitasi sertifikasi peserta magang menjadi nilai tambah yang akan terus diperkuat pemerintah melalui reward dan prioritas program.

Sejalan dengan itu, Direktur Jenderal Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyatakan, langkah ini juga bertujuan memastikan peserta magang memperoleh standar kompetensi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan begitu, hasil pemagangan tidak hanya dirasakan saat program berlangsung, tetapi juga memberi manfaat jangka lebih panjang bagi peserta ketika mencari pekerjaan atau memasuki proses rekrutmen.

“Kami sangat mengapresiasi perusahaan yang memfasilitasi sertifikasi bagi peserta magang. Ini penting agar peserta memiliki bukti kompetensi yang terstandar dan diakui dunia industri,” kata Darmawansyah.

Ia menjelaskan, perusahaan yang mendukung sertifikasi kompetensi akan diprioritaskan dalam program pemagangan ke depan, serta memperoleh akses yang lebih luas terhadap berbagai layanan dan program strategis ketenagakerjaan. Langkah ini diharapkan menciptakan hubungan yang saling menguatkan antara pemerintah, dunia usaha, dan peserta magang, sehingga pemagangan benar-benar menghasilkan manfaat yang terukur.

Saat ini, program pemagangan nasional diikuti sekitar 100 ribu peserta yang tersebar di berbagai perusahaan, kementerian, dan lembaga. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Untuk Batch I, sebanyak 14.952 peserta dijadwalkan menyelesaikan masa pemagangan pada 19 April 2026.

Sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi peserta, Kemnaker juga memastikan setiap peserta memperoleh dokumen sesuai durasi keikutsertaannya. Peserta yang menyelesaikan program selama 6 bulan akan mendapatkan sertifikat magang, sedangkan peserta yang mengikuti lebih dari 3 bulan namun kurang dari 6 bulan akan memperoleh surat keterangan. Bagi peserta, dokumen ini penting sebagai bekal awal untuk menunjukkan pengalaman dan kesiapan kerja secara lebih meyakinkan.

“Hal ini menjadi bekal penting bagi peserta magang untuk benar-benar siap masuk ke dunia kerja,” ujarnya.

Ke depan, Kemnaker akan terus memperluas akses sertifikasi kompetensi melalui penguatan kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan mitra industri di berbagai sektor. Melalui langkah ini, Kemnaker menargetkan pemagangan tidak hanya membuka kesempatan belajar di tempat kerja, tetapi juga melahirkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Bandung Tembus 3 Besar Destinasi Wisata Asia Versi Agoda


Uploaded Image

BANDUNG
-- Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan di sektor pariwisata internasional. Berdasarkan laporan terbaru dari Agoda, Bandung berhasil masuk dalam tiga besar destinasi wisata dengan pertumbuhan tercepat di Asia.

Dalam daftar tersebut, Bandung menempati posisi ketiga, bersanding dengan destinasi unggulan lainnya seperti Sa Pa dan Okayama.

Penilaian ini didasarkan pada data pemesanan akomodasi sepanjang 2025 yang dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sehingga mencerminkan lonjakan minat wisatawan secara nyata.

Capaian ini menunjukkan daya tarik Bandung terus meningkat, baik di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Berbagai faktor menjadi pendorong, mulai dari keindahan alam pegunungan, udara sejuk, hingga kekayaan budaya dan kuliner yang menjadi ciri khas kota ini.

Tak hanya itu, perkembangan sektor pariwisata juga didukung oleh bertambahnya destinasi wisata baru, peningkatan jumlah akomodasi, serta pertumbuhan ekonomi kreatif yang semakin dinamis. Bandung dinilai berhasil menghadirkan pengalaman wisata yang lengkap, mulai dari wisata alam, belanja, hingga kuliner.

Selain itu, citra Bandung sebagai “Paris van Java” dengan arsitektur kolonial, kawasan heritage, serta pusat fesyen dan kuliner menjadi nilai tambah yang sulit disaingi kota lain di Asia. Aksesibilitas yang semakin mudah juga membuat Bandung menjadi pilihan utama untuk liburan singkat maupun akhir pekan.

Masuknya Bandung dalam tiga besar destinasi wisata Asia versi Agoda menjadi sinyal positif bagi masa depan pariwisata kota ini. Dengan potensi yang terus berkembang, Bandung diyakini mampu memperkuat posisinya di tingkat global sekaligus menjadi salah satu destinasi unggulan di Asia.