Advertise Here

Kamis, Oktober 01, 2026

Erwin Dorong Mahasiswa Bandung Bangun Gerakan Pendampingan Sebaya untuk Cegah HIV


BANDUNG, Kilas Media —
Wakil Wali Kota Bandung Erwin mendorong mahasiswa membangun gerakan pendampingan sebaya sebagai bagian dari upaya meningkatkan edukasi mengenai HIV dan pencegahan perilaku pergaulan berisiko di kalangan generasi muda.

Menurut Erwin, mahasiswa memiliki kedekatan dengan kelompok usia muda sehingga dapat menjadi penggerak edukasi di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Hal itu disampaikan Erwin saat menjadi keynote speaker dalam Talk Show Edukasi Pencegahan Pergaulan Bebas dan Bahaya HIV di Aula Fakultas Ushuluddin, Kampus 2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jalan Cimincrang.

Erwin mengatakan, kegiatan edukasi perlu dilanjutkan dengan langkah konkret agar pesan mengenai pencegahan HIV tidak berhenti di ruang diskusi.

"Alhamdulillah, saya berharap dari sini lahir langkah-langkah konkret buat wadah diskusi dan pendampingan sebaya. Pemerintah Kota Bandung siap mendukung," ujar Erwin.

Ia menilai pendampingan sebaya dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk saling mengingatkan mengenai kesehatan, pergaulan, serta berbagai perilaku yang berisiko.

Menurut Erwin, mahasiswa juga dapat memperluas gerakan tersebut ke masyarakat melalui kolaborasi dengan kelurahan, kecamatan, puskesmas, dan tenaga kesehatan.

"Saya berharap ilmu-ilmu kalian ini dikeluarkan. Kalian turun ke masyarakat, berkolaborasi dengan kelurahan dan kecamatan, bagaimana kalian mengedukasi hal ini," katanya.

Erwin mengapresiasi Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang mengangkat isu HIV dan pergaulan berisiko melalui forum akademik.

Ia mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial mahasiswa.

Selain mendorong pencegahan, Erwin mengingatkan mahasiswa agar edukasi HIV dilakukan tanpa memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV.

Ia berharap mahasiswa dapat membantu meluruskan informasi keliru yang berkembang di masyarakat.

"Jangan biarkan informasi sesat mengenai HIV beredar begitu saja," ujarnya.

Erwin juga menilai nilai-nilai keagamaan dapat menjadi salah satu landasan bagi mahasiswa dalam menjaga diri sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Bagaimana menjaga jiwa, bagaimana menjaga akal, bagaimana menjaga keturunan. Ini perlu kita jaga," ucapnya.

Ia pun mengajak mahasiswa memulai upaya pencegahan dari lingkungan terdekat dengan saling menjaga dan mengingatkan.

"Jaga diri kalian, jaga teman kalian. Mari kita wujudkan generasi muda yang jauh dari pergaulan bebas," pungkas Erwin.

Rabu, September 30, 2026

57 Eks Karyawan Kebun Binatang Bandung Disiapkan Masuk Dunia Kerja, Pemkot Petakan Kompetensi


BANDUNG, Kilas Media –
Sebanyak 57 eks karyawan Kebun Binatang Bandung yang terdampak perubahan pengelolaan disiapkan untuk mendapatkan kesempatan kerja baru. Pemerintah Kota Bandung melakukan pemetaan kompetensi dan pengalaman kerja sebagai dasar menentukan peluang penempatan.

Dari total 121 eks karyawan Kebun Binatang Bandung, sebanyak 57 orang tercatat sebagai pekerja terdampak. Mereka telah mengikuti asesmen yang dilakukan Faunaland untuk mengetahui kompetensi dan pengalaman kerja masing-masing.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan hasil asesmen menjadi dasar dalam mencocokkan kompetensi para eks karyawan dengan kebutuhan tenaga kerja di lingkungan perangkat daerah.

“ Hasil asesmen tersebut menjadi salah satu dasar bagi kami untuk melihat peluang penempatan kerja yang sesuai dengan kompetensi masing-masing serta kebutuhan tenaga kerja yang tersedia,” ujar Yayan.

Kompetensi para eks karyawan cukup beragam, mulai dari perawatan satwa, operasional, sarana dan prasarana, pertamanan, nutrisi satwa, pelayanan tiket hingga administrasi.

Pemkot Bandung selanjutnya melakukan koordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi para pekerja terdampak. Penempatan direncanakan menggunakan pola outsourcing maupun kontrak perorangan sesuai kebutuhan dan mekanisme yang berlaku.

Yayan mengatakan pihaknya terus berkoordinasi agar proses penempatan dapat berjalan terarah dan memberikan kejelasan bagi para pekerja terdampak.

“Prinsipnya, kami ingin memastikan bahwa para pekerja terdampak mendapatkan kejelasan mengenai peluang keberlanjutan kesempatan kerja. Hasil asesmen ini menjadi dasar untuk proses tindak lanjut,” katanya.

Erwin: Dari Paduan Suara, Pelajar Belajar Kompak dan Saling Menguatkan


BANDUNG, Kilas Media —
Sekitar 1.000 pelajar SMP mengikuti Lomba Paduan Suara dalam rangkaian World Coconut Day (WCD) III Tahun 2026 di Gedung RRI Bandung, Jalan Diponegoro, Rabu (30/9/2026).

Wakil Wali Kota Bandung Erwin yang membuka kegiatan tersebut mengatakan lomba paduan suara bukan sekadar ajang menunjukkan kemampuan bernyanyi. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi pelajar belajar membangun kekompakan, keberanian, dan kemampuan menyatukan perbedaan.

Menurut Erwin, proses tersebut penting dalam membentuk karakter generasi muda. Pelajar diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga mental yang kuat dan mampu bekerja sama dengan orang lain.

"Anak-anak ini bukan hanya harus cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental, tangguh secara sosial dan memiliki karakter yang baik. Yang penting berani dulu, berani tampil, berani kompak dan berani menyatukan perbedaan," ujar Erwin.

Ia menilai paduan suara menjadi contoh nyata pentingnya mengesampingkan ego pribadi untuk mencapai tujuan bersama. Setiap peserta harus mampu menyesuaikan suara dan perannya agar menghasilkan harmoni.

"Kalau paduan suara, semua harus kompak, tidak ada yang boleh ego. Bagaimana kelompok ini bisa menjadi juara, tentu tidak mudah. Harus punya hati dan tujuan yang sama," katanya.

Erwin juga menyampaikan filosofi kelapa yang menjadi bagian dari konsep World Coconut Day. Menurutnya, kelapa tua maupun kelapa muda sama-sama memiliki manfaat. Filosofi tersebut dapat dimaknai sebagai pentingnya hubungan antargenerasi.

"Konsepnya adalah kelapa tua dan kelapa muda. Baik yang muda maupun yang tua semuanya berguna. Yang muda kalau ingin sukses harus banyak belajar kepada yang tua," tuturnya.

Ia berharap nilai tersebut dapat diterapkan para pelajar dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dengan menghargai pengalaman generasi yang lebih tua dan terus mengembangkan potensi diri.

Selain itu, kegiatan World Coconut Day dinilai menjadi ruang untuk menanamkan kecintaan terhadap tanah air, Jawa Barat, dan Kota Bandung melalui aktivitas kreatif dan positif.

Erwin juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam penyelenggaraan kegiatan melalui semangat pentahelix, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, hingga masyarakat.

"Ini suatu kebanggaan bagi saya. Kolaborasi ini tentunya menumbuhkan pembangunan, bukan hanya kebersamaan dan kreativitas, tetapi juga semangat kerja sama dan gotong royong di